Ritual Adat Balia Baliore (Pompaura)

DESKRIPSI

Balia Baliore (Pompaura) berarti menghanyutkan atau mengarungkan kesamudra sajian berupa makan dan hasil bumi, yang telah diberi doa (gane/mantra) dengan harapan kampung atau tempat berdiam komunitas ini dijauhkan dari bencana, dan wabah penyakit mematikan. Dimuatkan dalam perahu dari pelepa sagu kering ringan di hiasi bendera kertas warna warni, di sajikan seekor hewan Ayam putih dan kepala kambing yang disembelih dalam upacara ritual.

Setiap tahun upacara ini dilaksanakan dengan semangat gotong-royong. Prosesi pompaura digelar 3 hari 3 malam, dengan menghadirkan unsur aslinya, pelaku dan penyelenggara ritual adalah mereka yang masih keturunan pelaku adat yang telah mendapat amanat leluhur untuk melaksanakannya. Dentuman Gimba Mbaso menjadi benang merah ritual ini, dimainkan sahut menyahut, memberikan kesan semangat dan membuat raga tergerak mengikuti ritme bunyi, pengunjung dipastikan tidak akan berdip matanya melihat atraksi to Peaju Notaro ( menari ) dengan senjata tajam (guma) sesekali menyerang dan sesekali   menari dan memasang jurusnya. gerakan atraktif ini sudah dipengaruhi oleh energi gaib dan bahkan tubuhnya menjadi kebal senjata tajam.

Pompoura kali ini akan dilaksanakan oleh Pelaku ritual dari kelurahan balaroa dan Donggala Kodi Dari wilayah pegunungan sebelah barat Kota Palu.

TANGGAL

24 – 25 September 2016


JAM

19.30 WITA


BENTUK RITUAL

JUMLAH PELAKU

520 Orang


PROSESI

5 Menit


LOKASI

Sepanjang Pesisir Teluk Palu (+ 7,2 Km)


Orang Penambuh Gimba

Jenis Ritual Adat Kaili

Orang Peniup Lalove dan Sulo(Obor)

Panggung Seni Tradisi & Budaya Nusantara

Hotel

Daftar Hotel Sekitar Kota Palu

Restoran

Daftar Restoran Kota Palu

Toko Cenderamata

Daftar Toko Cendera Mata khas Kota Palu

Biro Perjalanan

Daftar Biro Perjalanan Kota Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hak Cipta © 2016, Tim Creative Festival Pesona Palu Nomoni - Dinas Pariwisata Kota Palu